Gampong Alue Naga

Sejarah

GAMBARAN UMUM

  • Letak Geografis dan Ba

Sebelah Selatan                        : Gampong Tibang/Rukoh

Sebelah Barat                            : Gampong Deah Raya

Sebelah Timur                           : Gampong Cadek Aceh Besar

 

Gampong Alue naga mempunyai ketinggian 1 meter diatas permukaan laut, sedangkan jarak darikantor pemerintahan kecamatan 3,5 KM dan 6,5 km dari kantor walikota, dan secara tipologi gampong alue naga berada di daerah pesisir dan termasuk daerah rawan bencana.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

enduduk yang paling banyak berada di Dusun Kuntaran dan Musafir Persentase sebaran penduduk per dusun dapat dilihat pada grafik dibawah ini :

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sedangkan untuk klasifikasi penduduk berdasarkan klasifikasi usia dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

 

No Klasifikasi Usia Laki Pr Total
1 Usia < 6 Tahun 97 78 175
2 Usia 6-14 Tahun 126 104 230
3 Usia 15-44 Tahun 344 302 646
4 Usia 45-59 Tahun 80 73 153
5 Usia 60 Tahun Ke Atas 13 16 29
  Jumlah 660 573 1.233

 

2.3 Kondisi Ekonomi Sosial Budaya

 

Sosial budaya yang ada di wilayah Gampong Alue naga sebagian besar masyarakat memiliki budaya melaut.Hal ini dikarenakan topografi dari wilayahnya di pesisir pantai dan berbukit, yang mana kegiatan masyarakat lebih banyak menghabiskanwaktu pada malam harimencari ikan di laut.

Lembaga yang bersifat non pemerintahan sudah berjalan dengan baik, sehingga dari tahun ke tahun semakin berkembang untuk mewadahi kegiatan yang ada di masyarakat Gampong Alue Naga. Antara lain, Lembaga non pemerintahan yang berupa Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM), Kelompok Nelayan Laut, Kelompok Perkebunan, Home Industri, Kelompok Wanita (PKK), Keagamaan dan lembaga profesi.

  1. Sosial

Kondisi sosial gampong alue naga

(a). Ada banyak penganggur

(b). Banyak anak yatim dan anak sekolah dari keluarga tidak mampu

(c). Ada jompo kurang mendapat perhatian

(d). Keterampilan yang dimiliki warga miskin dirasakan kurang bisa berkembang

 

Tabel 2.4   Kondisi Sosial

Uraian Jumlah keterangan Sumber Data
Jumlah Penduduk Dewasa 1.170 Jiwa Gampong
Jumlah KK MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah) 394 KK Base Line
Jumlah  warga  miskin Membutuhkan Kegiatan Ekonomi Produktif 466 Jiwa Hasil PS
Jumlah Jiwa Miskin yang Putus Sekolah 97 Jiwa Hasil PS
Jumlah Manula miskin yang Perlu Mendapat Santunan 30 Jiwa Hasil PS
Jumlah Anak balita keluarga Miskin 50 Jiwa Hasil PS
Jumlah Anak Keluarga Miskin 220 Jiwa Hasil PS

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Adapun kondisi penduduk gampong alue naga berdasarkan mata pencaharian:

 

Tabel 2.5  Jenis Mata Pencaharian yang ada di Gampong Alue Naga

 

No Mata pencaharian Musafir Bunot Kuntaran Podiamat Total
1 Bidan 1 1
2 Harian Lepas 12 1 13
3 Buruh nelayan 14 43 10 1 68
4 Buruh tani 3 1 2 6
5 Guru 1 2 1 4
6 Honorer 1 1 2
7 Karyawan Swasta 10 5 18 2 35
8 Polisi 6 5 11
9 Nelayan 104 18 30 2 154
10 Pedagang 16 4 5 2 27
11 PNS 4 3 7 1 15
12 TNI 1 2 1 4

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sedangkan kondisi penduduk berdasarkan pendidikan dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

NO PENDIDIKAN DUSUN TOTAL
MUSAFIR BUNOT KUNTARAN PODIAMAT
01 SD 87 12 23 5 127
02 SMP 89 42 64 3 198
03 SMA 93 53 107 58 311
04 D I/II 3 3 6
05 DIII 5 3 5 13
06 S IV/S1 4 10 3 17
JUMLAH 274 117 212 69 672

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Ekonomi

Adapun kondisi ekonomi gampong alue naga sangat bergantung pada keadaan alam hal ini disebakan karena factor utama penghasilan ekonomi masyarakat alue naga adalah nelayan disamping itu yang mempengaruhi factor ekonomi gampong alue naga adalah sebagai berikut :

(a). Sedikit kesulitan dalam hal pemasaran hasil usahanya

(b). Lembaga ekonomi masyarakat desa belum bisa berkembang, seperti lembaga

koperasi warga yang ada kekurangan modal Usahanya

(c). Belum tersedia lembaga perkeriditan (kredit lunak) di tingkat warga dengan bunga rendah

(d). Produksi unggulan ekonomi keluarga adalah kue-kue tradisional Aceh

 

  1. Budaya

 

(a). Sebagian warga dari Gampong Alue Naga bermata pencaharian sebagai nelayan dan wiraswasta dibidang jasa maupun perdagangan

(b). Nuansa perikehidupan masyarakatnya merupakan cerminan tatanan sosial kehidupan beragama, artinya segala bentuk dan kebijakan selalu didasarkan pada aturan-aturan kehidupan beragama, kebersamaan dan mufakat adalah ciri   yang selalu menghiasi keputusan dan kebijakan warga masyarakatnya

2.6        Kondisi Fisik Dasar

Gampong Alue Naga secara topografi (ketinggian) berada antara -0,45 m  sampai dengan +1,00 m di atas permukaan laut (dpl), dengan rata-rata ketinggian 0,80 m dpl. Bentuk permukaan lahannya (fisiografi) relatif datar dengan kemiringan (lereng) antara 0-2 %. Bentuk permukaan ini menandakan bahwa tingkat erosi relatif rendah, namun sangat rentan terhadap genangan khususnya pada saat terjadinya pasang dan gelombang air laut terutama pada wilayah bagian  pesisir pantai.

Kondisi topografi dan fisiografi lahan sangat berpengaruh terhadap sistem drainase. Kondisi drainase di gampong Alue nagatidak tergenang dan kadang kadang tergenang terus-menerus seperti pada kawasan rawa-rawa/genangan air asin, tambak dan atau pada lahan dengan ketinggian di bawah permukaan laut baik pada saat pasang maupun surut air laut.

Secara geomorfologi Daerah gampong alue naga secara umum terbentuk dari endapan sistim marin yang merupakan satuan unit yang berasal dari bahan endapan (aluvial) marin yang terdiri dari pasir, lumpur dan kerikil. Kelompok ini dijumpai di dataran pantai yang memanjang sejajar dengan garis pantai dan berupa jalur-jalur beting pasir resen dan subresen.Beting pasir resen berada paling dekat dengan laut dan selalu mendapat tambahan baru yang berupa endapan pasir, sedangkan beting pasir subresen dibentuk oleh bahan-bahan yang berupa endapan pasir tua, endapan sungai, dan bahan-bahan aluvial/koluvial dari daerah sekitarnya.

 

Secara geologis, Pulau Sumatera dilalui oleh patahan aktif yang memanjang dari Banda Aceh di utara hingga Lampung di selatan, yang dikenal sebagai Sesar Semangko (Semangko Fault).Oleh karenanya daerah yang terlintasi patahan ini rentan terhadap gempa dan longsor.

Kota Banda Aceh terletak diantara dua patahan (sebelah timur – utara dan sebelah barat – selatan kota). Gampong Alue naga Berada pada pertemuan Plate Euroasia dan Australia berjarak ± 130 km dari garis pantai barat sehingga daerah ini rawan terhadap tsunami.Pulau Sumatera dilalui oleh patahan aktif Sesar Semangko yang memanjang dari Banda Aceh hingga Lampung.Patahan ini bergeser sekitar 11 cm/tahun dan merupakan daerah rawan gempa dan longsor.

Secara hidrologi Terdapat Gampong Alue naga di lalui 2 (dua) sungai yaitu sungai krueng cut dan sungai krueng titi panyang yang berfungsi sebagai daerah aliran sungai dan sumber air baku, kegiatan perikanan, dan sebagainya.  Gampong Alue naga juga memiliki air tanah yang bersifat asin, payau dan tawar.

Data klimatologi untuk wilayah Kota Banda Aceh yang diperoleh dari Stasiun Meteorologi Blang Bintang tahun 2011, menunjukkan bahwa suhu udara rata-rata bulanan berkisar antara 25,5ºC hingga 27,5ºC, dengan kisaran antara 18,0ºC  sampai 37,0ºC, dengan tekanan antara 108-102 milibar.

Curah hujan gampong alue naga diperkirakan per tahun berkisar antara 1.039 mm – 1.907 mm, dengan curah hujan rata-rata per tahun 1.592 mm. Curah hujan tertinggi umumnya terjadi pada bulan Oktober dan Nopember yaitu 20 – 21 hari, sedangkan curah hujan terendah terjadi pada bulan Pebruari dan Maret yaitu 2 – 7 hari.

Kelembaban udara berkisar antara 75 persen hingga 87 persen.Kelembaban tertinggi terjadi pada bulan Desember dan terendah pada bulan Juni.Sementara kecepatan angin di wilayah ini bertiup antara 2 – 28 knots.

      2.7  Kondisi Tata Bangunan

Berdasarkan data RTRW dan baseline 100-0100, kondisi tata ruang gampong Alue naga luas gampong alue naga ± 291,46 Ha dengan luas pemukimannya ± 39,18 Ha hutan bakau± 40 Ha dan daerah tambak ± 45 Ha dan lainya wilayah air.

 

Tabel 2.7  Tabel luas wilayah dan pemukiman per dusun

 

No Dusun Luas wilayah Luas pemukiman
01 Bunot 77,52 2,9
02 Kuntaran 168,74 22,2
03 Musafir 42,65 11,5
04 Podiamat 2,6 2,6
Total 291,46 39,18

 

Sedangkan untuk persentase pengunaan lahan gampong Alue Naga  dapat

dilihat pada diagram dibawah ini:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Adapun peta peruntukan lahan dapat dilihat pada peta dibawah ini :

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2.8     Kondisi Fisik banguanan        

Kondisi fisik bangunan di gampong Alue Naga rata rata tingkat penyebaran bangunan 11 unit  per hectare dengan tingkat kepadatan rendah berdasarkan uu no 26 tahun 2007 tentang penataan ruang yaitu bangunan dibawah 200 unit per hectare  maka dianggap wilayah dengan kepadatan rendah.

Untuk membandingkan kepadatan penduduk dan jumlah bangunan per dusun dapat di lihat pada tabel di bawah ini :

Tabel 2.8.1  TabelTingkat Kepadatan Bangunan

 

No Dusun Kepadatan Bangunan
Luas Permukiman (Ha) Jumlah total bangunan (unit) Tingkat kepadatan bangunan (unit/Ha)
01 Bunot 2,9 49 17,01
02 Kuntaran 22,2 175 7,87
03 Musafir 11,5 170 14,77
04 Podiamat 2,6 32 12,55
Jumlah 39,2 426 11,00

 

Untuk membandingkan tingkat luas pemukiman dan total bangunan yang berada di gampong Alue naga per dusun dapat di lihat pada grafik dibawah ini :

 

 

 

 

 

 

 

Adapun Peta Permasalahan keteraturan bangunan dan sebaran bangunan di gampong Alue Naga dapatdilihat pada peta di bawah ini :

 

 

 

 

 

 

 

2.9     Kondisi Jaringan Jalan (Aksesbilitas Lingkungan)

Kondisi Jaringan lingkungan atau aksebilitas lingkungan memiliki jaringan yang memadaihanya 14  %  kondisi jaringan rusak, belum memadai  atau memiliki kualitas buruk, sedangkanyang  tidak terlayani  hanya 6% kawasan pemukiman yang tidak terlayani dengan baik.

Tabel 2.9.1 Aksesibilitas Lingkungan

NoO Keterangan Bunot Kuntaran Musafir Podiamat Total
01 Total Pajang jalan         2.098 6.716 3.367 727      12.908
02 Panjang Jalan >1,5 m         2.098 6.716 2.954 727      12.495
03

GAMBARAN UMUM

  • Letak Geografis dan Batas Administratif

Secara administratif, Gampong Alue Naga merupakan salah satu gampong berada kemukiman Tgk. Syeh Abdur rauf  ada di Kecamatan Syiah Kuala , Kota Banda Aceh dengan luas wilayah + 291,46 Ha. Gampong Alue Naga dibagi menjadi 4  dusun yaitu :

  1. Dusun Bunot
  2. Dusun Kuntara
  3. Dusun Musafir
  4. Dusun Podiamat

Adapun untuk batasan Gampong Alue Naga antara lain :

Sebelah Utara                          : Selat malaka

Sebelah Selatan                        : Gampong Tibang/Rukoh

Sebelah Barat                            : Gampong Deah Raya

Sebelah Timur                           : Gampong Cadek Aceh Besar

 

Gampong Alue naga mempunyai ketinggian 1 meter diatas permukaan laut, sedangkan jarak darikantor pemerintahan kecamatan 3,5 KM dan 6,5 km dari kantor walikota, dan secara tipologi gampong alue naga berada di daerah pesisir dan termasuk daerah rawan bencana.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 1 Peta Administratif Gampong Alue Naga

2.2     Kondisi Demografi

Jumlah penduduk gampong Alue naga berdasarkan baseline 100-0-100 tahun 2015 adalah 1.233 jiwa yang terdiri dari 660 laki laki dan 573 perempuan dengan 417 kepala rumah tangga   untuk detail jumlah penduduk dan komposisi laki laki dan perempuan serta kepala keluarga dapat di lihat pada tabel di bawah ini :

Gampong alue naga merupakan wilayah dengan kepadatan rendahdengan sebaran penduduk yang paling banyak berada di dusun kuntaran dan musafir Persentase sebaran penduduk per dusun dapat dilihat pada grafik dibawah ini :

Tabel 2.2.1  JumlahPenduduk  Per dusun

No Dusun Jumlah KK Jumlah  jiwa Laki laki Jumlah  jiwa prempuan Total Jiwa
01 Bunot 53 97 89 186
02 Kuntaran 175 279 218 497
03 Musafir 157 234 207 441
04 Podiamat 32 50 59 109
Jumlah 417 660 573 1.233

Sumber data Baseline 2016

 

Gampong Alue Naga merupakan wilayah dengan kepadatan rendahdengan sebaran penduduk yang paling banyak berada di Dusun Kuntaran dan Musafir Persentase sebaran penduduk per dusun dapat dilihat pada grafik dibawah ini :

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sedangkan untuk klasifikasi penduduk berdasarkan klasifikasi usia dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

 

No Klasifikasi Usia Laki Pr Total
1 Usia < 6 Tahun 97 78 175
2 Usia 6-14 Tahun 126 104 230
3 Usia 15-44 Tahun 344 302 646
4 Usia 45-59 Tahun 80 73 153
5 Usia 60 Tahun Ke Atas 13 16 29
  Jumlah 660 573 1.233

 

2.3 Kondisi Ekonomi Sosial Budaya

 

Sosial budaya yang ada di wilayah Gampong Alue naga sebagian besar masyarakat memiliki budaya melaut.Hal ini dikarenakan topografi dari wilayahnya di pesisir pantai dan berbukit, yang mana kegiatan masyarakat lebih banyak menghabiskanwaktu pada malam harimencari ikan di laut.

Lembaga yang bersifat non pemerintahan sudah berjalan dengan baik, sehingga dari tahun ke tahun semakin berkembang untuk mewadahi kegiatan yang ada di masyarakat Gampong Alue Naga. Antara lain, Lembaga non pemerintahan yang berupa Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM), Kelompok Nelayan Laut, Kelompok Perkebunan, Home Industri, Kelompok Wanita (PKK), Keagamaan dan lembaga profesi.

  1. Sosial

Kondisi sosial gampong alue naga

(a). Ada banyak penganggur

(b). Banyak anak yatim dan anak sekolah dari keluarga tidak mampu

(c). Ada jompo kurang mendapat perhatian

(d). Keterampilan yang dimiliki warga miskin dirasakan kurang bisa berkembang

 

Tabel 2.4   Kondisi Sosial

Uraian Jumlah keterangan Sumber Data
Jumlah Penduduk Dewasa 1.170 Jiwa Gampong
Jumlah KK MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah) 394 KK Base Line
Jumlah  warga  miskin Membutuhkan Kegiatan Ekonomi Produktif 466 Jiwa Hasil PS
Jumlah Jiwa Miskin yang Putus Sekolah 97 Jiwa Hasil PS
Jumlah Manula miskin yang Perlu Mendapat Santunan 30 Jiwa Hasil PS
Jumlah Anak balita keluarga Miskin 50 Jiwa Hasil PS
Jumlah Anak Keluarga Miskin 220 Jiwa Hasil PS

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Adapun kondisi penduduk gampong alue naga berdasarkan mata pencaharian:

 

Tabel 2.5  Jenis Mata Pencaharian yang ada di Gampong Alue Naga

 

No Mata pencaharian Musafir Bunot Kuntaran Podiamat Total
1 Bidan 1 1
2 Harian Lepas 12 1 13
3 Buruh nelayan 14 43 10 1 68
4 Buruh tani 3 1 2 6
5 Guru 1 2 1 4
6 Honorer 1 1 2
7 Karyawan Swasta 10 5 18 2 35
8 Polisi 6 5 11
9 Nelayan 104 18 30 2 154
10 Pedagang 16 4 5 2 27
11 PNS 4 3 7 1 15
12 TNI 1 2 1 4

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sedangkan kondisi penduduk berdasarkan pendidikan dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

NO PENDIDIKAN DUSUN TOTAL
MUSAFIR BUNOT KUNTARAN PODIAMAT
01 SD 87 12 23 5 127
02 SMP 89 42 64 3 198
03 SMA 93 53 107 58 311
04 D I/II 3 3 6
05 DIII 5 3 5 13
06 S IV/S1 4 10 3 17
JUMLAH 274 117 212 69 672

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Ekonomi

Adapun kondisi ekonomi gampong alue naga sangat bergantung pada keadaan alam hal ini disebakan karena factor utama penghasilan ekonomi masyarakat alue naga adalah nelayan disamping itu yang mempengaruhi factor ekonomi gampong alue naga adalah sebagai berikut :

(a). Sedikit kesulitan dalam hal pemasaran hasil usahanya

(b). Lembaga ekonomi masyarakat desa belum bisa berkembang, seperti lembaga

koperasi warga yang ada kekurangan modal Usahanya

(c). Belum tersedia lembaga perkeriditan (kredit lunak) di tingkat warga dengan bunga rendah

(d). Produksi unggulan ekonomi keluarga adalah kue-kue tradisional Aceh

 

  1. Budaya

 

(a). Sebagian warga dari Gampong Alue Naga bermata pencaharian sebagai nelayan dan wiraswasta dibidang jasa maupun perdagangan

(b). Nuansa perikehidupan masyarakatnya merupakan cerminan tatanan sosial kehidupan beragama, artinya segala bentuk dan kebijakan selalu didasarkan pada aturan-aturan kehidupan beragama, kebersamaan dan mufakat adalah ciri   yang selalu menghiasi keputusan dan kebijakan warga masyarakatnya

2.6        Kondisi Fisik Dasar

Gampong Alue Naga secara topografi (ketinggian) berada antara -0,45 m  sampai dengan +1,00 m di atas permukaan laut (dpl), dengan rata-rata ketinggian 0,80 m dpl. Bentuk permukaan lahannya (fisiografi) relatif datar dengan kemiringan (lereng) antara 0-2 %. Bentuk permukaan ini menandakan bahwa tingkat erosi relatif rendah, namun sangat rentan terhadap genangan khususnya pada saat terjadinya pasang dan gelombang air laut terutama pada wilayah bagian  pesisir pantai.

Kondisi topografi dan fisiografi lahan sangat berpengaruh terhadap sistem drainase. Kondisi drainase di gampong Alue nagatidak tergenang dan kadang kadang tergenang terus-menerus seperti pada kawasan rawa-rawa/genangan air asin, tambak dan atau pada lahan dengan ketinggian di bawah permukaan laut baik pada saat pasang maupun surut air laut.

Secara geomorfologi Daerah gampong alue naga secara umum terbentuk dari endapan sistim marin yang merupakan satuan unit yang berasal dari bahan endapan (aluvial) marin yang terdiri dari pasir, lumpur dan kerikil. Kelompok ini dijumpai di dataran pantai yang memanjang sejajar dengan garis pantai dan berupa jalur-jalur beting pasir resen dan subresen.Beting pasir resen berada paling dekat dengan laut dan selalu mendapat tambahan baru yang berupa endapan pasir, sedangkan beting pasir subresen dibentuk oleh bahan-bahan yang berupa endapan pasir tua, endapan sungai, dan bahan-bahan aluvial/koluvial dari daerah sekitarnya.

 

Secara geologis, Pulau Sumatera dilalui oleh patahan aktif yang memanjang dari Banda Aceh di utara hingga Lampung di selatan, yang dikenal sebagai Sesar Semangko (Semangko Fault).Oleh karenanya daerah yang terlintasi patahan ini rentan terhadap gempa dan longsor.

Kota Banda Aceh terletak diantara dua patahan (sebelah timur – utara dan sebelah barat – selatan kota). Gampong Alue naga Berada pada pertemuan Plate Euroasia dan Australia berjarak ± 130 km dari garis pantai barat sehingga daerah ini rawan terhadap tsunami.Pulau Sumatera dilalui oleh patahan aktif Sesar Semangko yang memanjang dari Banda Aceh hingga Lampung.Patahan ini bergeser sekitar 11 cm/tahun dan merupakan daerah rawan gempa dan longsor.

Secara hidrologi Terdapat Gampong Alue naga di lalui 2 (dua) sungai yaitu sungai krueng cut dan sungai krueng titi panyang yang berfungsi sebagai daerah aliran sungai dan sumber air baku, kegiatan perikanan, dan sebagainya.  Gampong Alue naga juga memiliki air tanah yang bersifat asin, payau dan tawar.

Data klimatologi untuk wilayah Kota Banda Aceh yang diperoleh dari Stasiun Meteorologi Blang Bintang tahun 2011, menunjukkan bahwa suhu udara rata-rata bulanan berkisar antara 25,5ºC hingga 27,5ºC, dengan kisaran antara 18,0ºC  sampai 37,0ºC, dengan tekanan antara 108-102 milibar.

Curah hujan gampong alue naga diperkirakan per tahun berkisar antara 1.039 mm – 1.907 mm, dengan curah hujan rata-rata per tahun 1.592 mm. Curah hujan tertinggi umumnya terjadi pada bulan Oktober dan Nopember yaitu 20 – 21 hari, sedangkan curah hujan terendah terjadi pada bulan Pebruari dan Maret yaitu 2 – 7 hari.

Kelembaban udara berkisar antara 75 persen hingga 87 persen.Kelembaban tertinggi terjadi pada bulan Desember dan terendah pada bulan Juni.Sementara kecepatan angin di wilayah ini bertiup antara 2 – 28 knots.

      2.7  Kondisi Tata Bangunan

Berdasarkan data RTRW dan baseline 100-0100, kondisi tata ruang gampong Alue naga luas gampong alue naga ± 291,46 Ha dengan luas pemukimannya ± 39,18 Ha hutan bakau± 40 Ha dan daerah tambak ± 45 Ha dan lainya wilayah air.

 

Tabel 2.7  Tabel luas wilayah dan pemukiman per dusun

 

No Dusun Luas wilayah Luas pemukiman
01 Bunot 77,52 2,9
02 Kuntaran 168,74 22,2
03 Musafir 42,65 11,5
04 Podiamat 2,6 2,6
Total 291,46 39,18

 

Sedangkan untuk persentase pengunaan lahan gampong Alue Naga  dapat

dilihat pada diagram dibawah ini:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Adapun peta peruntukan lahan dapat dilihat pada peta dibawah ini :

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2.8     Kondisi Fisik banguanan        

Kondisi fisik bangunan di gampong Alue Naga rata rata tingkat penyebaran bangunan 11 unit  per hectare dengan tingkat kepadatan rendah berdasarkan uu no 26 tahun 2007 tentang penataan ruang yaitu bangunan dibawah 200 unit per hectare  maka dianggap wilayah dengan kepadatan rendah.

Untuk membandingkan kepadatan penduduk dan jumlah bangunan per dusun dapat di lihat pada tabel di bawah ini :

Tabel 2.8.1  TabelTingkat Kepadatan Bangunan

 

No Dusun Kepadatan Bangunan
Luas Permukiman (Ha) Jumlah total bangunan (unit) Tingkat kepadatan bangunan (unit/Ha)
01 Bunot 2,9 49 17,01
02 Kuntaran 22,2 175 7,87
03 Musafir 11,5 170 14,77
04 Podiamat 2,6 32 12,55
Jumlah 39,2 426 11,00

 

Untuk membandingkan tingkat luas pemukiman dan total bangunan yang berada di gampong Alue naga per dusun dapat di lihat pada grafik dibawah ini :

 

 

 

 

 

 

 

Adapun Peta Permasalahan keteraturan bangunan dan sebaran bangunan di gampong Alue Naga dapatdilihat pada peta di bawah ini :

 

 

 

 

 

 

 

2.9     Kondisi Jaringan Jalan (Aksesbilitas Lingkungan)

Kondisi Jaringan lingkungan atau aksebilitas lingkungan memiliki jaringan yang memadaihanya 14  %  kondisi jaringan rusak, belum memadai  atau memiliki kualitas buruk, sedangkanyang  tidak terlayani  hanya 6% kawasan pemukiman yang tidak terlayani dengan baik.

Tabel 2.9.1 Aksesibilitas Lingkungan

NoO Keterangan Bunot Kuntaran Musafir Podiamat Total
01 Total Pajang jalan         2.098 6.716 3.367 727      12.908
02 Panjang Jalan >1,5 m         2.098 6.716 2.954 727      12.495
Panjang Jalan >1,5 m yg  dipekeras            818 5.232 2.467 571         9.088
04 Panjang Jalan >1,5 m yg ada saluran                  – 5.239 581 727         6.547

 

Panjang Jalan >1,5 m yg  dipekeras            818 5.232 2.467 571         9.088
04 Panjang Jalan >1,5 m yg ada saluran                  – 5.239 581 727         6.547